I. FADHILAH (Keutamaan) SHALAT DI MASJIDIL HARAM & MASJID NABAWI
1. Shalat di Masjidil Haram. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah saw. bersabda:
Shalat di masjidku ini lebih afdhal dari 1000 sholat di masjid lainnya
kecuali masjid Haram, dan sholat di masjid Haram lebih afdhal dari
100.000 sholat di masjid lainnya. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
2. Sholat di Masid Nabawi. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Shalat di masjidku ini lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram.” (HR. Muslim no. 1394)
Bahwa nilai 1x shalat di Masjid Nabawi sama dengan melakukan
sholat
sebanyak 1000 kali di tempat lain. Sedangkan nilai 1x shalat di
Masjidil Haram sama dengan 100.000x shalat di masjid selain masjid
Nabawi dan lainnya.
Subhanallah, sebuah keutamaan dan fadhilah yang luar biasa besar bagi hamba-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan rahmat kepada kita, utamanya yang belum pernah merasakan nikmat besar berupa shalat di masjidil Haram dan masjid Nabawi, agar bisa berziarah ke Makkah dan Madinah. Amin ya Rabbal ‘alamin.
3. Shalat di masjid Quba`. Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa
yang keluar hingga sampai ke masjid ini, masjid Quba`, lalu sholat di
dalamnya, maka baginya pahala yang sama dengan (pahala) umroh. (HR.
Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).
Disunatkan agar saat menuju masjid Quba agar sudah wudhu terlebih dahulu (dari hotel).
Namun demikian, sebesar apapun pahala yang Allah sediakan bagi
shollat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Quba’, Ibnu Khuzamah
dan beberapa ulama’ lainnya menyatakan dengan tegas, bahwa sholat
seorang wanita dirumahnya lebih utama daripada shalat di masjid,
walaupun masjid itu adalah masjid Makkah yakni masjidil Haram, apalagi
masjid-masjid lainnya.
Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik tempat shalat kaum wanita adalah dirumahnya”.
Aisyah ra juga berkata: “Seandainya nabi SAW mengetahui apa yang
terjadi pada kaum wanita sesudahnya, niscaya beliau melarang mereka
berangkat ke masjid”. Wallahu a’lam bish-showab.